Kepanikan di SPBU Metina: Dua Motor Berasap, Petugas Nosel dan Security Sigap Padamkan Api

Reporter : Arwadi Adu Editor: Bobby F. Piras
Petugas SPBU Metina Padamkan Api Motor Scoopy yang Berasap
Petugas SPBU Metina Risto Matara saat memadamkan motor Scoopy yang berasap dengan APAR, Sabtu, 24/10/2026. (Foto : Arwadi/NusaROTE.ID)
  • Bagikan

Ba’a, NusaROTE.ID — Kepanikan sempat terjadi di tengah padatnya antrean kendaraan di SPBU Metina, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 09.44 WITA.

Sebuah sepeda motor Honda Scoopy putih milik LL tiba-tiba mengeluarkan asap hitam pekat saat hendak menuju nosel pengisian BBM jenis Pertalite. Asap yang membubung membuat warga yang tengah mengantre berteriak panik, mengira motor tersebut terbakar.

Baca Juga:
Polda NTT Tegaskan Tindak Tegas Penyalahgunaan BBM Subsidi, Kasus 3,2 Ton Solar di Rote Ndao Diselidiki

Petugas nosel SPBU Metina, Risto Matara, bersama Randy, petugas keamanan (security), bergerak cepat setelah mendengar teriakan warga yang menyebut adanya sepeda motor terbakar. Keduanya segera melakukan upaya pemadaman menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya api yang lebih besar.

“Saya dengar warga teriak ada motor terbakar. Saya langsung ambil APAR dan lari ke arah motor Scoopy itu,” ujar Risto.

Berdasarkan informasi awal di lokasi, asap diduga keluar dari bagian kiri mesin atau area crankcase. Kondisi itu dipicu karena motor dipaksa menahan gas dan rem secara bersamaan saat melintasi tanjakan menuju mesin pengisian BBM.

Selain Honda Scoopy tersebut, satu unit Honda Beat bernomor polisi *DH 5162 GD milik Yani Neti* juga dilaporkan mengalami kejadian serupa di sekitar lokasi. Namun, penyebab pasti kedua insiden tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut.

Datang Jauh, Hanya Dapat 3 Liter

Di balik insiden tersebut, terselip cerita pilu dari pengendara lain. Yani Neti, pemilik Honda Beat DH 5162 GD, mengaku datang jauh-jauh dari Desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru untuk mengantre BBM.

BBM itu sangat dibutuhkannya untuk merontokkan padi dan mengantar anak-anaknya ke sekolah. Namun setelah perjalanan jauh dan antre panjang, ia mengaku hanya mendapatkan tiga liter BBM.

Beban Yani semakin berat karena motornya ikut mengalami kerusakan dalam kejadian tersebut. Kerusakan diperkirakan membutuhkan biaya perbaikan sekitar Rp350.000.

Sementara itu, LL selaku pemilik Honda Scoopy yang berasap juga harus menanggung kerugian. Perbaikan motornya diperkirakan mencapai Rp340.000.

Namun ia juga mengapresiasi Petugas SPBU Merina yang sigap melakukan upaya pemadaman terhadap sepeda motornya dengan APAR.

Petugas Nosel dan Security Sigap Lakukan Pemadaman

Kesigapan Risto Matara selaku petugas nosel bersama Randy selaku petugas keamanan SPBU Metina menjadi perhatian dalam insiden tersebut. Keduanya segera mengambil tindakan setelah mengetahui adanya sepeda motor yang mengeluarkan asap hitam di tengah antrean.

Dengan menggunakan APAR, mereka melakukan upaya pemadaman untuk mengantisipasi risiko kebakaran yang lebih besar. Langkah cepat tersebut sangat penting karena kejadian berlangsung di area pengisian BBM yang dipadati kendaraan dan masyarakat.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan warga saat mengantre, kondisi kendaraan yang prima, serta kesiapan petugas dan ketersediaan APAR di area SPBU.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya asap dari kedua motor tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut. (nr3).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version