Ba’a, NysaROTE.ID — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Rote Ndao mulai memukul ekonomi masyarakat kecil. Salah satunya Esau, pekerja jasa pemotongan kayu menggunakan mesin senso, yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM untuk menunjang pekerjaannya.
Esau mengungkapkan, sulitnya memperoleh BBM membuat aktivitas kerjanya terhambat. Ia bahkan harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan minyak yang cukup untuk bekerja.
“Saya sebagai seorang senso, ekonomi macet. Tidak ada hasil sama sekali. Kalau kami datang antre minyak, pasti tidak cukup di satu SPBU saja, harus pindah-pindah. Kalau sudah pindah-pindah, baru ada yang menegur kami soal aturan tidak boleh tap. Itu saya tidak terima karena minyak ini untuk pekerjaan saya. Saya butuh minyak untuk bekerja,” ungkap Esau saat ditemui NusaROTE.ID di pinggir jalan dekat SPBU Metina, Rabu (21/10/2026).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, khususnya Bupati Paulus Henuk, melihat secara langsung kesulitan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup pada pekerjaan tersebut.
Menurut Esau, kondisi saat ini berbeda dengan sebelumnya, ketika BBM masih mudah diperoleh dan tersedia hingga ke kampung-kampung. Kini, pekerjaan yang seharusnya menghasilkan uang justru terhambat akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
