Target utama proyek ini adalah spesies nyamuk Culex yang dikenal sebagai penyebar virus West Nile dan St. Louis encephalitis. Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus West Nile merupakan penyakit yang paling banyak ditularkan nyamuk di Amerika Serikat.
Teknik Wolbachia sendiri telah menjadi salah satu metode pengendalian populasi nyamuk yang dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida secara berlebihan.
Ketika nyamuk jantan yang membawa Wolbachia kawin dengan nyamuk betina liar, telur yang dihasilkan tidak akan berkembang sehingga populasi nyamuk dapat berkurang secara bertahap.
Menurut Chad Huff, metode tersebut telah diterapkan di wilayah Florida Keys selama dua tahun terakhir dan menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan.
“Hasil uji coba musim lalu cukup menjanjikan sehingga kami ingin mempelajarinya lebih lanjut, jadi itulah yang kami lakukan musim ini,” katanya.
Sejumlah area uji coba dilaporkan mengalami penurunan populasi nyamuk setelah penerapan metode Wolbachia.
Saat ini EPA masih membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait proposal tersebut hingga 5 Juni 2026. Setelah proses evaluasi selesai, EPA akan memutuskan apakah izin penggunaan eksperimental untuk proyek pelepasan 32 juta nyamuk tersebut dapat diberikan atau tidak.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
