Festival Budaya Rote Malole 2026 Hadirkan Parade 16 Sanggar, Dorong Budaya dan Ekonomi Kreatif

festival budaya rote
Salah satu peserta Festival Budaya Rote Malole 2026. (Foto: Kominfo Rote Ndao)
  • Bagikan

Ba’a, NusaROTE.ID – Festival Budaya Rote Malole 2026 kembali menjadi ruang bagi masyarakat untuk melestarikan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Festival ini tidak hanya menghadirkan beragam pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat dalam keberagaman serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM.

Festival Rote Malole jadi Ruang Pelestarian Budaya

Bupati Rote Ndao menegaskan bahwa Festival Budaya Rote Malole bukan sekadar agenda tahunan.

Menurutnya, festival tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus komitmen pemerintah daerah untuk memastikan budaya Rote Ndao tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

“Budaya adalah identitas kita. Festival ini menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, melestarikan warisan leluhur, serta mewujudkan Rote Ndao yang bermartabat dan berbudaya,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Pelaksanaan festival diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga nilai-nilai budaya daerah.

Parade Budaya Libatkan 16 Sanggar dan Paguyuban

Festival Budaya Rote Malole 2026 semakin semarak dengan kehadiran Parade Budaya yang melibatkan 16 sanggar seni dan paguyuban etnis, bersama berbagai komunitas budaya lainnya.

Para peserta menampilkan beragam seni, tradisi, dan atraksi budaya yang menggambarkan keberagaman sekaligus kekayaan budaya masyarakat Rote Ndao.

Selain parade budaya, festival juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni di panggung hiburan HUT RI.

Berbagai kesenian seperti tarian tradisional, musik tradisional, hingga atraksi budaya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Penampilan tersebut menjadi daya tarik bagi masyarakat sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Rote Ndao kepada pengunjung.

Budaya Rote Ndao Didorong jadi Penggerak Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga mengarahkan festival sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif dan UMKM.

Pelestarian budaya dinilai perlu berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan semakin banyaknya kegiatan budaya, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif diharapkan memperoleh ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka.

Konsep tersebut menjadikan budaya tidak hanya sebagai warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga sebagai potensi yang dapat menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Bank Indonesia Turut Dukung Festival

Dukungan terhadap Festival Budaya Rote Malole 2026 juga datang dari Bank Indonesia.

Selain mendukung penyelenggaraan festival, Bank Indonesia turut memberikan edukasi mengenai Cinta, Bangga dan Paham Rupiah kepada masyarakat.

Kehadiran edukasi tersebut melengkapi rangkaian festival dengan pesan mengenai pentingnya memahami dan menggunakan Rupiah secara bijak dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Dorong Rote Ndao Semakin Berdaya melalui Budaya

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya daerah.

Masyarakat juga diajak berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, termasuk menjaga kebersihan dan keamanan agar festival berlangsung nyaman bagi seluruh peserta dan pengunjung.

Festival Budaya Rote Malole 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan budaya semata.

Festival ini diharapkan mampu memperkuat identitas masyarakat Rote Ndao, mempererat persaudaraan dalam keberagaman, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Dengan demikian, kekayaan budaya Rote Ndao dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya sekaligus menjadi kekuatan untuk mendorong daerah semakin berdaya dan sejahtera. (*/nr1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version