Untuk lomba Kebalai jenjang SD terdapat 16 peserta.
Dengan demikian, jumlah peserta yang tampil pada hari pertama mencapai 67 peserta.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan lainnya pada hari berikutnya, termasuk lomba Cerpen untuk jenjang SD dan SMP serta Stand Up Comedy jenjang SMP yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati.
Sementara lomba Kebalai untuk jenjang SD dan SMP kembali dipusatkan di panggung utama Lapangan Christian Nehemia Dillak.
Wabup: Jangan Sampai Generasi Muda Lupakan Jati Diri
Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan mengatakan Festival Tunas Bahasa Ibu memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata memberikan ruang kompetisi bagi pelajar, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap bahasa ibu sejak usia sekolah.
Festival ini diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk tetap mengenal akar budaya dan tidak kehilangan jati diri sebagai bagian dari masyarakat Rote Ndao.
“Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan bagian penting dalam upaya melestarikan bahasa dan budaya daerah,” ujar Apremoi.
Kebalai Jadi Magnet Perhatian Masyarakat
Salah satu penampilan yang menjadi perhatian masyarakat adalah Kebalai. Kesenian khas Rote Ndao tersebut ditampilkan para pelajar dengan memadukan gerak tari dan lirik berbahasa daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
