Sementara di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao fokus pada empat prioritas utama, yakni penanggulangan kemiskinan terpadu, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di sisi lain, pimpinan ARUNGI, Linea, menegaskan komitmen organisasinya sebagai lembaga non-pemerintah yang fokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok rentan di wilayah pesisir.
Menurutnya, pendekatan pemberdayaan yang dilakukan ARUNGI juga memanfaatkan potensi lokal, termasuk sektor selancar, sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat.
“Sinkronisasi program menjadi kunci agar apa yang kami lakukan dapat mendukung target pembangunan daerah secara nyata dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Pada sesi teknis, Project Manager ARUNGI, Agung Lenggono, memaparkan rancangan program RKT ARUNGI 2026–2027 untuk wilayah Rote Malole.
Program tersebut difokuskan pada peningkatan ketahanan pangan, perbaikan nutrisi masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta pemberdayaan komunitas, khususnya perempuan dan anak balita di wilayah terpencil.
Agung juga menegaskan bahwa setiap kegiatan ARUNGI selalu diawali dengan briefing safeguarding sebagai bentuk komitmen perlindungan terhadap seluruh pihak yang terlibat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
