Sebagai tindak lanjut, pihaknya berencana membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Ibunda Guru untuk memperkuat koordinasi program peningkatan kapasitas guru, penguatan literasi, dan kolaborasi lintas sektor.
“Kita harus memastikan guru semakin kompeten, profesional, sejahtera, dan mendapatkan apresiasi yang layak agar mampu menjalankan tugasnya secara maksimal,” ujarnya.
Kolaborasi jadi Kunci Perubahan
Ketua PGRI NTT, Samuel Haning, menilai sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi guru, dan dunia pendidikan menjadi faktor penting untuk memperbaiki kualitas pendidikan di NTT.
“Kita harus mencari penyebab kenapa kualitas pendidikan kita stagnan. Tapi saya optimistis, kalau pemerintah, PGRI, dan guru bergerak bersama, kondisi ini bisa berubah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena juga secara resmi melepas 470 mahasiswa UPG 1945 NTT yang akan melaksanakan Kukerta periode Juni hingga Juli 2026 di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. (*/nr1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
