“Melalui kegiatan Bincang Santai ini, kami berharap penyandang disabilitas semakin siap menghadapi situasi bencana, sementara masyarakat semakin memahami pentingnya memberikan dukungan dan perlindungan kepada kelompok rentan. Kesiapsiagaan bukan hanya tentang menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal (Leave No One Behind) dalam setiap upaya penanggulangan bencana,” ujar Maurits.
Kolaborasi Bangun Rote Ndao Tangguh Bencana
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga diajak memahami bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Peran keluarga, masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, organisasi penyandang disabilitas, hingga berbagai pemangku kepentingan dinilai sangat penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang mampu melindungi semua warga tanpa terkecuali.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen memperkuat sinergi antara dunia akademik dan komunitas difabel dalam mewujudkan Kabupaten Rote Ndao yang lebih tangguh menghadapi bencana.
Melalui program pengabdian ini, mahasiswa S2 IKM Undana berharap literasi kebencanaan di kalangan penyandang disabilitas terus meningkat, jejaring kolaborasi semakin kuat, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanggulangan bencana yang inklusif semakin berkembang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
