Melemahnya arus investasi institusi menjadi perhatian pelaku pasar karena selama beberapa bulan terakhir, masuknya dana besar ke ETF menjadi salah satu faktor utama yang mendorong reli harga Bitcoin.
Sentimen Global Masih Membayangi Pasar Kripto
Selain tekanan dari ETF, pasar kripto juga masih dibayangi sikap hati-hati investor terhadap berbagai perkembangan ekonomi dan geopolitik global.
Ketidakpastian terkait negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta sejumlah agenda ekonomi penting membuat investor cenderung mengurangi risiko investasi pada aset yang lebih volatil, termasuk kripto.
Akibatnya, pelemahan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga merata pada sebagian besar aset kripto utama lainnya.
Level Penting yang Dipantau Investor
Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami koreksi dalam beberapa sesi terakhir.
Level 73.000 dolar AS menjadi area support penting yang sedang dipertahankan pasar. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, peluang pemulihan harga masih terbuka.
Sementara itu, area 74.500 dolar AS menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka ruang kenaikan menuju kisaran 76.000 dolar AS.
Sebaliknya, apabila tekanan jual terus berlanjut dan support 73.000 dolar AS gagal dipertahankan, Bitcoin berpotensi turun lebih dalam menuju area 72.400 dolar AS.
Investor Menunggu Data Ketenagakerjaan AS
Perhatian pasar saat ini tertuju pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis pada 5 Juni 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
