Menurutnya, koperasi harus mampu menjadi agregator produk masyarakat, memperkuat UMKM, menggerakkan produksi, menghubungkan petani dengan pasar, membuka akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas anggota hingga menciptakan lapangan kerja.
“Koperasi harus naik kelas,” tandasnya.
Gubernur juga menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, koperasi di NTT didorong untuk semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan manfaat ekonomi secara nyata.
Dorong Koperasi Fokus pada Sektor Produksi
Gubernur Melki meminta insan koperasi tidak hanya berorientasi pada sektor simpan pinjam. Koperasi harus mulai memperkuat sektor produksi dengan mengembangkan berbagai potensi ekonomi lokal yang dimiliki NTT.
“Saya berpesan agar seluruh pimpinan dan anggota koperasi dapat meningkatkan sektor produksi, tidak hanya bergerak dalam sektor simpan pinjam. Tentunya kita ingin agar koperasi benar-benar menjadi sokoguru perekonomian di NTT dan di Indonesia,” ujarnya.
NTT memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan melalui koperasi, antara lain pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kerajinan serta berbagai produk unggulan daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
