Pancasila disebut sebagai “Bintang Penuntun” yang telah terbukti mampu menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya. Selain itu, Pancasila juga menjadi “Jangkar Moral” dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik internasional.
Dalam pidato tersebut juga disampaikan bahwa kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia melalui Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan aktif dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah merupakan implementasi nyata dari Sila Kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Indonesia, lanjutnya, ingin menunjukkan kepada dunia bahwa perdamaian bukan hanya sekadar tidak adanya perang, tetapi juga hadirnya keadilan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, yang menjunjung tinggi religiusitas, kuat dalam semangat persatuan, dan kokoh karena nilai kemanusiaannya,” ujar Bupati Paulus Henuk saat membacakan amanat tersebut.
Ia menegaskan bahwa Pancasila akan terus hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa serta menjadi pedoman utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
