Pulang dalam Peti Merah Putih: Wili Mbuik,Gugur ditembak KKB Papau, Keluarga Desak Keadilan

Reporter : Arwadi Adu Editor: Bobby F. Piras
Dibalut Bendera Merah Putih Peti Jenasah Wili Mbuik
Dibalut Bendera Merah Putih Peti Jenazah Almarhumah Wili Mbuik saat diusung dan diantar oleh Pihak Pemerintah Daerah dan jajaran Forkopimda menuju Rumah Duka di Busalangga Rote Barat Laut, Jumat 11/9/2026. Foto : Arwadi/NusaROTE.ID
  • Bagikan

“Bagi kami ini bukan kepulangan abdi negara yang selesai tugas. Ini kepulangan seorang anak dalam balutan Merah Putih setelah nyawanya terenggut di tanah Papua,” ujar salah satu keluarga.

11 Turun Bertugas, Kenapa Hanya 3 Ditembak?

Di tengah duka, muncul pertanyaan besar yang menggantung.

Sesepuh keluarga, Meilon Benhard Sula, dengan suara bergetar mempertanyakan kronologi penembakan.

“Kenapa dari 11 orang yang diperintahkan pimpinan, hanya tiga orang yang ditembak, sementara delapan lainnya tidak?” tegas Benhard.

Dua dari tiga korban diketahui merupakan warga asal NTT.

Baca Juga:
Usman Husin Serap Aspirasi PPL Rote Ndao, Soroti Kekurangan Penyuluh hingga Kebutuhan Sumur Bor

Keluarga menduga Wili dan dua rekannya menjadi sasaran karena dicurigai sebagai anggota intelijen pemerintah. Namun mereka menolak berspekulasi. Keluarga meminta aparat membuktikan semua itu lewat penyelidikan transparan.

“Apa yang sebenarnya terjadi di Jayawijaya? Mengapa ketiga korban menjadi sasaran? Apa motifnya?” tanya Benhard.

Baca Juga:
IGD dan Rawat Inap Puskesmas Ndao Ditutup Mulai Hari Ini, DPRD Tegaskan Tak Bisa Ditoleransi

Luka Ditambah Dugaan Pelecehan

Luka keluarga semakin dalam. Paman korban, Hendrik Baba, mengungkap hal yang membuat dada semakin sesak.

Ponsel milik Wili disebut sempat digunakan terduga pelaku untuk melakukan video call WhatsApp ke keluarga di Kupang tak lama setelah penembakan. Dalam panggilan itu diduga dilontarkan ejekan dan penghinaan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version