Usman Husin Serap Aspirasi PPL Rote Ndao, Soroti Kekurangan Penyuluh hingga Kebutuhan Sumur Bor

PPL rote
Pertemuan dan diskusi Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Rote Ndao, di Hotel New Ricky, Ba'a, Kabupaten Rote Ndao, Senin (4/5/2026). (Foto: Bobby/NusaRote.ID)
  • Bagikan

Saat ini terdapat 1.002 kelompok tani yang tersebar di 11 kecamatan dan 119 desa/kelurahan, ditambah 22 desa pemekaran, namun hanya ditangani oleh 49 PPL.

“Artinya satu PPL harus menangani 3 sampai 6 desa atau sekitar 20 kelompok tani. Bebannya sangat berat,” jelasnya.

Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di Kecamatan Pantai Baru yang hanya memiliki 3 PPL untuk 17 desa, dengan satu penyuluh akan memasuki masa pensiun pada Agustus 2026.

PPL berharap adanya penambahan tenaga penyuluh, baik melalui skema honorer maupun kontrak, mengingat banyak lulusan pertanian asal Rote yang belum terserap.

Baca Juga:
Tangis Pecah Sambut Kepulangan, Jenazah CPNS Korban Penembakan Jayawijaya Tiba di Rote

Kebutuhan Sumur Bor jadi Prioritas

Selain kekurangan tenaga, persoalan ketersediaan air juga menjadi kendala utama, terutama menjelang musim kemarau.

PPL menekankan pentingnya bantuan sumur bor sebagai solusi agar petani tetap dapat berproduksi sepanjang tahun.

“Tanpa air, bantuan benih dan alsintan tidak akan maksimal. Sumur bor adalah kunci,” tegas salah satu penyuluh.

Minta Dilibatkan dalam Penyaluran Bantuan

PPL juga meminta agar dilibatkan dalam proses penyaluran bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan benih agar tepat sasaran.

Menurut mereka, keterlibatan sejak tahap perencanaan akan mencegah pemborosan dan memastikan bantuan sesuai kebutuhan petani di lapangan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version