Relasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan jemaat bukan hanya dalam aspek kelembagaan, tetapi juga dalam kehidupan iman dan keseharian warga.
Pemandirian Bukan Berarti Lepas dari Sinode dan Klasis
Status mandiri memberikan ruang yang lebih besar bagi Jemaat Irene Oefoe untuk mengembangkan potensi internalnya.
Namun, kemandirian tersebut tidak berarti jemaat berjalan sendiri atau terlepas dari persekutuan GMIT.
Relasi dengan klasis dan sinode tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan pelayanan. Kemandirian justru diharapkan menjadi momentum bagi jemaat untuk semakin dewasa dalam mengelola sumber daya serta menjalankan panggilan pelayanan.
Dengan potensi masyarakat pesisir yang bergerak di bidang kelautan dan pertanian, Jemaat Irene Oefoe juga diharapkan mampu mengembangkan pelayanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dihadiri Pimpinan Klasis dan Pelayan GMIT
Prosesi pemandirian Jemaat Irene Oefoe dihadiri sejumlah pimpinan dan pelayan GMIT.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Klasis (KMK) Rote Barat Pdt. Juneatrida Fransiska Lenggu-Maahury, KMK Rote Barat Daya Pdt. Esri Epiyana Pono, jajaran pendeta GMIT, para undangan serta seluruh warga Jemaat Irene Oefoe.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
