Menurut Melki, pemulihan pascagempa harus menjadi momentum untuk membangun sistem ekonomi NTT yang lebih tangguh dan adaptif terhadap risiko bencana.
Diversifikasi ekonomi, pengembangan keterampilan baru, serta penguatan perlindungan terhadap risiko usaha perlu menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Bangun Ekonomi NTT yang Lebih Tangguh
Mitigasi risiko ekonomi juga dinilai perlu diperkuat melalui berbagai instrumen, termasuk perlindungan usaha bagi pelaku ekonomi kecil serta penerapan standar bangunan yang lebih aman terhadap ancaman bencana.
Seluruh strategi tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media.
“Kita harus mampu mengubah tantangan bencana ini menjadi momentum untuk membangun sistem ekonomi NTT yang lebih tangguh dan resilien terhadap ancaman bencana di masa depan,” ujar Melki.
Ia berharap rekomendasi yang dihasilkan melalui rapat koordinasi dan FGD tersebut dapat menjadi peta jalan bersama pemulihan ekonomi pascagempa Flores, sekaligus membantu membangun kembali kehidupan masyarakat terdampak dan menjaga keberlanjutan ekonomi NTT secara keseluruhan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo, pimpinan perbankan dan instansi vertikal, pimpinan BUMN dan BUMD, pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT. (*/nr1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
