Rote Timur, NusaRote.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak nyata bagi siswa di wilayah pesisir dan daerah 3T di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu bahkan disebut menjadi “penyelamat” bagi banyak anak yang sebelumnya bersekolah dalam kondisi lapar.
Kepala MTs Papela, Ridwan Goro, mengungkapkan mayoritas orang tua siswa di sekolahnya bekerja sebagai nelayan dengan kondisi ekonomi terbatas. Sebelum program MBG berjalan, banyak siswa datang ke sekolah tanpa sarapan.
“Program MBG ini menjadi penyelamat bagi para siswa karena sekitar 95 persen orang tua mereka berprofesi sebagai nelayan. Dulu banyak anak datang ke sekolah dengan perut kosong,” ujar Ridwan Goro.
Menurutnya, kehadiran program MBG sangat membantu kebutuhan gizi siswa sekaligus meningkatkan semangat belajar anak-anak di wilayah pesisir Rote Timur.
Wapres Gibran Tinjau Langsung Program MBG di Sekolah 3T
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung pelaksanaan program MBG di SD Negeri Papela dan MTs Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Jumat (22/5/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wapres di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan optimal hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Setibanya di lokasi, Wapres disambut tarian adat Kebalai oleh para siswa bersama jajaran guru dan kepala sekolah.
Dalam kunjungan itu, Gibran didampingi Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao Moris Bulan.
Siswa Antusias karena Menu Bergizi dan Variatif
Di SDN Papela, program MBG telah menjangkau 295 siswa yang terdiri dari 160 siswa laki-laki dan 135 siswa perempuan.
Kepala SDN Papela, Istini, mengaku bangga sekolahnya yang berada di daerah terpencil mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.
Ia mengatakan para siswa sangat antusias mengikuti program MBG karena menu makanan yang diberikan berbeda setiap hari dan memiliki kandungan gizi yang baik.
“Anak-anak sangat menyambut baik program ini karena menunya setiap hari berbeda. Bahkan mungkin makanan atau buah-buahan yang mereka terima belum pernah mereka makan sebelumnya,” ujar Istini.
Bantuan Seragam dan Laptop untuk Sekolah
Selain meninjau program MBG, Wapres Gibran juga menyerahkan bantuan pendidikan berupa paket seragam sekolah untuk seluruh siswa serta tiga unit laptop guna mendukung digitalisasi kegiatan belajar mengajar di SDN Papela.
Meski demikian, pihak sekolah masih berharap adanya perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah tersebut.
Istini berharap rencana revitalisasi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan dapat segera direalisasikan agar proses belajar mengajar berjalan lebih aman dan nyaman.
MBG Dinilai Gerakkan Ekonomi Lokal
Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menilai program MBG tidak hanya berdampak pada perbaikan status gizi anak-anak, tetapi juga memberikan efek positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Ada multiplier effect dari program ini, dan kami sangat mendukung program yang sangat strategis serta bermanfaat bagi masyarakat di Rote Ndao,” kata Paulus Henuk.
Pemerintah daerah berharap program MBG terus diperluas karena dinilai mampu meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan anak, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah kepulauan dan pesisir. (*/nr1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
