“Rote Ndao sebagai daerah kepulauan sekaligus beranda terselatan NKRI memiliki dinamika dan karakteristik transportasi yang sangat unik, di mana transportasi darat dan laut harus saling menopang,” ujarnya.
Ia mengaku bangga dengan soliditas dan dedikasi jajaran Dishub. Meski dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur, semangat untuk memastikan pergerakan masyarakat, distribusi barang, serta pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor perhubungan tetap berjalan lancar.
Terapkan Pelayanan Humanis dan Kolaboratif
Untuk meningkatkan pelayanan, Hangry menerapkan pendekatan humanis dan kolaboratif dengan tiga langkah strategis.
Pertama, perubahan mindset internal. Ia menekankan kepada jajaran bahwa Dishub adalah pelayan masyarakat. Disiplin ditingkatkan dan birokrasi yang rumit dipangkas agar lebih responsif terhadap aduan masyarakat.
Kedua, respons cepat atau jemput bola. Setiap laporan masyarakat terkait fasilitas keselamatan seperti rambu lalu lintas atau lampu penerangan jalan diupayakan ditindaklanjuti cepat sesuai kewenangan dan ketersediaan anggaran.
Ketiga, sinergi lintas sektoral. “Transportasi tidak bisa berjalan sendiri. Kami terus memperkuat sinergi dengan Satlantas Polres Rote Ndao, UPBU D. C. Saudale, UPP Kelas III Ba’a (Syahbandar), operator kapal, hingga tokoh masyarakat, guna memastikan standar keselamatan dan kenyamanan penumpang selalu terpenuhi,” jelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
