Namun keluarga memilih menahan diri.
“Saya tidak ada marah, saya biasa saja dan tidak ada rasa dendam. Cuma saya bilang, darah ini darah manusia. Tuhan di atas dan hukum yang akan mencari kamu,” tegas Hendrik.
“Jangan Anggap Ini Biasa” — Tuntut Presiden dan Menteri HAM Turun Tangan
Keluarga tidak ingin kasus ini berhenti di liang lahat.
Mereka mendesak Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri HAM untuk serius mengusut tragedi tersebut.
“Kami sangat terpukul dan tidak terima. Almarhumah adalah tumpuan dan harapan satu-satunya bagi orang tua serta keluarga besar kami,” ungkap Benhard.
“Jangan anggap kematian ini sebagai hal yang biasa. Kami minta Pak Menteri HAM turunkan tim ke sana agar peristiwa ini terbuka terang benderang,” lanjutnya.
Menurut keluarga, Wili bersama korban lain sedang menjalankan tugas pelayanan masyarakat di bidang pertanian. Bukan dalam operasi militer.
Wili Kembali ke Rote, Keadilan Belum
Keluarga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Papua Pegunungan, Pemkab Jayawijaya, Pemprov NTT, Pemkab Rote Ndao, dan semua pihak yang membantu proses evakuasi dan pemulangan.
Namun satu hal belum kembali bersama Wili: keadilan.
Ketika peti Merah Putih itu diturunkan di tanah Rote, tangis warga mengiringi satu tuntutan yang sama:
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
