Selain itu, masyarakat lokal juga akan diprioritaskan dalam proses perekrutan tenaga kerja agar manfaat pembangunan dapat langsung dirasakan warga Rote Ndao.
“Saya minta komunikasi dan koordinasi terus berjalan intensif antara Pemkab, Kementerian, dan semua pihak terkait di setiap tahap. Tujuannya satu, program ini berjalan baik, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Rote Ndao,” tegas Paulus Henuk.
Dorong Ekonomi Lokal dan Swasembada Garam Nasional
Rote Ndao dikenal memiliki potensi lahan garam yang besar dan telah menjadi salah satu daerah penghasil garam nasional.
Jika pembangunan K-SIGN Tahap II berjalan sesuai rencana, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan sektor industri garam, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, hingga menjaga stabilitas harga garam di tingkat konsumen.
Pertemuan antara Pemkab Rote Ndao dan KKP RI ini menjadi langkah awal percepatan pembangunan kawasan industri garam modern di wilayah paling selatan Indonesia tersebut.
Masyarakat kini menunggu tindak lanjut koordinasi teknis dan kepastian dimulainya tahap konstruksi proyek K-SIGN Tahap II di Rote Ndao. (nr1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
