Kupang, NusaROTE.ID – Gempa Flores tidak hanya meninggalkan kerusakan infrastruktur dan duka bagi masyarakat, tetapi juga memberikan tekanan terhadap stabilitas ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gangguan jalur logistik, kerusakan lahan pertanian, hingga terganggunya aktivitas pasar dinilai berpotensi memengaruhi rantai pasok (supply chain) dan perekonomian di berbagai wilayah NTT.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perekonomian Daerah ke-VII yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Strategi Pemulihan Ekonomi Pascagempa Flores di Hotel Harper Kupang, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi NTT.
“Gempa Flores tidak hanya meninggalkan duka mendalam dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memberikan guncangan nyata pada stabilitas ekonomi kita. Daratan Flores sendiri adalah salah satu roda penggerak utama perekonomian NTT dan ketika jalur logistik terputus, lahan pertanian rusak, dan aktivitas pasar terganggu, dampaknya langsung terasa pada supply chain di seluruh wilayah NTT,” tegas Melki.
Dua Tantangan Ekonomi NTT Pascagempa Flores
Gubernur Melki mengatakan terdapat dua tantangan besar yang harus diantisipasi pemerintah bersama para pemangku kepentingan selama masa tanggap darurat hingga fase pemulihan pascagempa Flores.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
