Melalui kebijakan tersebut, masyarakat didorong untuk menciptakan suasana belajar di rumah setiap hari pada pukul 18.00 hingga 19.30 WITA.
“Kita ingin ada waktu tenang untuk membaca, berhitung, belajar kelompok, atau diskusi keluarga. Minimal kita mulai membangun kebiasaan belajar lagi,” ujar Melki.
Ia berharap gerakan tersebut mampu menghidupkan kembali budaya belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat yang selama ini dinilai mulai berkurang.
Anggaran Pendidikan Besar, Hasil Belum Maksimal
Gubernur Melki juga mengungkapkan bahwa sektor pendidikan saat ini memperoleh alokasi anggaran yang sangat besar dari APBD NTT.
Dari total APBD sekitar Rp5,5 triliun, hampir Rp2,4 triliun atau sekitar 45 persen dialokasikan untuk mendukung sektor pendidikan.
Namun menurutnya, besarnya anggaran belum otomatis menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan apabila tidak dibarengi peningkatan kualitas tenaga pendidik dan budaya belajar masyarakat.
“Anggaran pendidikan kita besar, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Karena itu fokus berikutnya bukan hanya anggaran, tetapi bagaimana kualitas guru dan budaya belajar masyarakat bisa diperkuat,” katanya.
Guru jadi Kunci Kemajuan Pendidikan
Melki menegaskan bahwa guru tetap menjadi faktor paling penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di NTT.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





