Ba’a, NusaRote.ID – Manajemen Puskesmas Ndao resmi menutup layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat inap terhitung mulai hari ini, 1 Mei 2026, hingga waktu yang belum ditentukan.
Penutupan mendadak ini langsung memicu kekhawatiran serius karena menyangkut akses layanan kesehatan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebijakan tersebut diambil akibat keterbatasan tenaga medis dan paramedis.
Saat ini, jumlah tenaga yang tersedia dinilai tidak mencukupi, ditambah adanya rangkap tugas serta satu tenaga kesehatan yang sedang menjalani cuti hamil.
Dampaknya, pelayanan kesehatan di wilayah tersebut lumpuh. Bahkan, warga yang membutuhkan perawatan lanjutan diminta melakukan rujukan mandiri ke fasilitas kesehatan lain.
Situasi ini menuai reaksi keras dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Denison Moy, ST. Ia menegaskan bahwa penutupan fasilitas kesehatan, terutama IGD, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Fasilitas kesehatan harus buka 24 jam, tanpa alasan apa pun,” tegas Denison saat dihubungi, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, alasan kekurangan tenaga medis tidak boleh dijadikan dasar untuk menghentikan layanan yang menyangkut keselamatan jiwa. Ia mendesak Dinas Kesehatan segera mengambil langkah cepat dan konkret.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










