Protes Resmi Mentok Aturan TM
Tidak terima, usai laga ofisial dan manajemen BBN Boys mengajukan protes resmi ke panitia. Mereka siap membayar biaya administrasi Rp1 juta sesuai ketentuan dan melampirkan video sebagai bukti.
Namun protes itu tidak bisa diproses lebih lanjut.
Sesuai keputusan technical meeting KASMANSA PANTAI BARU CUP II, bukti elektronik berupa rekaman video, siaran langsung, maupun YouTube dari penonton maupun panitia tidak dapat digunakan. Bukti visual hanya berlaku jika ada VAR.
Karena di turnamen ini tidak ada VAR, maka keputusan wasit di lapangan bersifat mutlak. Tim yang merasa dirugikan hanya bisa menyampaikan pendapat atau argumen.
“Kami sudah ajukan protes dan siap bayar 1 juta, tapi bukti video tidak dipakai. Kami merasa ini kurang adil kalau tidak ada bukti visual yang jadi acuan selain VAR,” tegas Pelatih Niksen Suki.
Mental Anak-Anak Down, Perjuangan Belum Selesai
Pelatih dan Manajer menyayangkan kejadian tersebut.
“Tim ini sudah bagus. Namun saya kecewa dengan keputusan wasit. Penalti dan kartu kuning itu membuat mental kami down,” ujar Niksen.
“Saya berdiri tepat di samping kotak penalti saat kejadian tendangan sudut itu. Faktanya tidak ada pelanggaran dari pemain kami. 99% pemain kami siswa SMA Pantai Baru. Ini pasti berdampak ke 2 pertandingan berikutnya. Harapan kami wasit di laga selanjutnya bisa lebih adil,” kata Manajer Abraham M. Tully.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
