Bupati Paulus : Kunjungan Wapres Gibran Percepat Realisasi Proyek Rp3 Triliun di Rote Ndao

IMG_20260524_153013
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH saat diwawancarai NusaRote.ID disela Kunjungan Kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, 22/5/2026. Foto : Bobby/NusaRote.ID
  • Bagikan

Dialog dengan Petani Rumput Laut dan Calon Pekerja K-SIGN

Selain meninjau proyek strategis, Wapres Gibran juga berdialog dengan petani rumput laut, kepala desa, dan calon pekerja di Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN).

Dalam dialog itu, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan desa dan peluang kerja bagi warga lokal. Wapres kemudian meminta Pemda Rote Ndao menggelar rapat lanjutan bersama kepala desa untuk menyusun proposal tematik sesuai potensi masing-masing wilayah.

“Desa pesisir kebutuhannya berbeda dengan desa di pedalaman. Proposal yang diajukan nanti akan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan desa,” jelas Paulus.

Baca Juga:
Nelayan Pulau Landu Minta Bantuan Perikanan, Usman Husin Komit Perjuangkan Warga Pesisir

Tenaga Kerja Lokal Diprioritaskan, Khususnya Landu Leko dan Rote Timur

Terkait proyek tambak garam K-SIGN, Paulus menegaskan masyarakat berharap tenaga kerja lokal diprioritaskan saat proyek memasuki tahap operasional.

Baca Juga:
Hari Koperasi ke-79, Gubernur Melki Dorong Koperasi NTT Naik Kelas dan jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

“Tenaga lokal diprioritaskan, terutama dari Kecamatan Landu Leko dan Rote Timur,  setelah konstruksi K-SIGN tahap 1 selesai dan memulai kegiatan operasional” ujarnya.

Ia menyebut proyek ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga sekaligus menurunkan angka pengangguran, kemiskinan, dan stunting di Rote Ndao.

Pemda telah menerima permintaan tenaga kerja dari Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk tahap kedua proyek. Sebanyak 700-800 tenaga kerja diperkirakan dibutuhkan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version