Dialog dengan Petani Rumput Laut dan Calon Pekerja K-SIGN
Selain meninjau proyek strategis, Wapres Gibran juga berdialog dengan petani rumput laut, kepala desa, dan calon pekerja di Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN).
Dalam dialog itu, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan desa dan peluang kerja bagi warga lokal. Wapres kemudian meminta Pemda Rote Ndao menggelar rapat lanjutan bersama kepala desa untuk menyusun proposal tematik sesuai potensi masing-masing wilayah.
“Desa pesisir kebutuhannya berbeda dengan desa di pedalaman. Proposal yang diajukan nanti akan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan desa,” jelas Paulus.
Tenaga Kerja Lokal Diprioritaskan, Khususnya Landu Leko dan Rote Timur
Terkait proyek tambak garam K-SIGN, Paulus menegaskan masyarakat berharap tenaga kerja lokal diprioritaskan saat proyek memasuki tahap operasional.
“Tenaga lokal diprioritaskan, terutama dari Kecamatan Landu Leko dan Rote Timur, setelah konstruksi K-SIGN tahap 1 selesai dan memulai kegiatan operasional” ujarnya.
Ia menyebut proyek ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga sekaligus menurunkan angka pengangguran, kemiskinan, dan stunting di Rote Ndao.
Pemda telah menerima permintaan tenaga kerja dari Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk tahap kedua proyek. Sebanyak 700-800 tenaga kerja diperkirakan dibutuhkan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
