Atasi Kelangkaan BBM di Rote Ndao, Pemkab Bentuk Satgas Khusus dan Kawal Ketat 5 SPBU Utama

wabup rote ndao
Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan memimpin rapat koordinasi di ruang kerjanya pada Senin (18/5/2026). (Foto: Ist)
  • Bagikan

Ba’a, NusaRote.ID — Masyarakat Rote Ndao kini bisa sedikit bernapas lega terkait kepastian pasokan bahan bakar. Menanggapi jeritan warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao bergerak cepat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan guna mengawal ketat rantai distribusi BBM dari hulu hingga ke hilir.

Langkah taktis ini diputuskan dalam rapat darurat yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, di ruang kerjanya pada Senin (18/5/2026).

Rapat krusial tersebut menghadirkan pimpinan dari lima SPBU utama di Rote Ndao, yaitu SPBU Metina, SPBU Longgo, SPBU Pantai Baru, SPBU Sedeoen, dan SPBU Sanggaoen, serta jajaran instansi terkait.

Pengawasan Melekat: Kawal dari SPBU Sampai Agen

Wabup Apremoi menegaskan bahwa Satgas baru ini akan diperkuat oleh personel Satpol PP, Dinas Koperindag, manajemen SPBU, serta pemangku kepentingan lainnya. Fokus utama tim gabungan ini adalah memantau secara ketat alur keluar masuk BBM sejak dari corong SPBU.

“Saya meminta data lengkap dari masing-masing SPBU terkait penyaluran BBM nonsubsidi kepada agen-agen penyalur, sehingga pemerintah daerah dapat melakukan pengawasan secara melekat,” tegas Apremoi.

Dengan transparansi data tersebut, Pemkab Rote Ndao berkomitmen memastikan tidak ada celah kebocoran, praktik penimbunan, atau penyaluran yang melenceng dari jalur resmi. Pembentukan Satgas ini menjadi jawaban instan pemerintah demi menertibkan tata niaga BBM di wilayah terselatan Indonesia ini.

Depo BBM Mandiri jadi Solusi Jangka Panjang

Meski pengawasan diperketat, warga menilai akar masalah di daerah kepulauan seperti Rote Ndao adalah masalah logistik, terutama saat musim cuaca buruk. Pembangunan Depo BBM atau jobber mandiri di Pulau Rote dinilai menjadi solusi paling mutakhir agar daerah tidak terus-menerus dirundung kepanikan.

“Kalau depo atau jobber sudah ada dan kapasitasnya cukup, Pemkab tidak perlu panik setiap kali cuaca buruk bikin kapal pengangkut BBM tertahan di laut,” ujar salah seorang warga setempat. “Stok cadangan di pulau sendiri adalah jaminan distribusi tetap jalan meski logistik dari luar terhambat 3 hingga 5 hari.”

Baca Juga:
Diduga Kebut, Mobil Sigra Tabrak Tiang Listrik di Pantai Baru, 4 Penumpang Selamat

2 Strategi Tambahan Bikin Rantai Pasokan Tahan Banting

Selain desakan pembangunan depo, terdapat dua poin penting yang dinilai mampu membuat sistem distribusi BBM di Rote Ndao jauh lebih tangguh:

Sistem Monitoring Real-Time: Satgas diharapkan dapat memantau volume stok di tiap SPBU dan agen melalui dashboard digital. Jika ada SPBU yang stoknya menyentuh zona kritis, sistem akan mendeteksi dini sehingga suplai bisa langsung diprioritaskan.

Jalur Distribusi Alternatif: Menyiapkan skema kapal kecil atau barge untuk jalur pendek dari pelabuhan terdekat jika kapal tanker besar terhambat atau tidak bisa bersandar akibat faktor alam.

Melalui kombinasi antara pengawasan ketat di lapangan, adopsi teknologi monitoring, dan perencanaan logistik cadangan, ancaman kelangkaan BBM di Rote Ndao diharapkan dapat ditekan secara permanen. (nr1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version