Menurutnya, pengembangan sorgum sejalan dengan visi pembangunan daerah “Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa” serta mendukung program prioritas Mbule Lima atau Rote Ndao Bertani yang dijalankan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
“Sorgum merupakan tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim, memiliki kandungan gizi tinggi, rendah gula, bebas gluten, dan berpotensi menjadi alternatif pangan lokal serta bahan baku pakan ternak. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangannya sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan,” ujar Paulus Henuk.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur dan lahan pekarangan guna meningkatkan produksi sorgum. Selain itu, kelompok tani didorong mengembangkan produk turunan bernilai ekonomi seperti beras sorgum, tepung sorgum, biskuit, sirup atau gula sorgum, bioetanol, hingga berbagai produk olahan lainnya.
Ia menekankan pentingnya kemitraan antara petani, pemerintah daerah, diaspora, yayasan, dan pihak pembeli atau offtaker guna menciptakan kepastian pasar bagi hasil produksi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Diaspora Rote Ndao, Yayasan Sorgum Sejahtera Foundation (SSF), dan Sorgum Oma Joan (SOJ) yang telah mendukung pembelian hasil panen sorgum dari para petani.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










