Terkait dua oknum berinisial SD dan EM yang disebut oleh para kepala sekolah, Moris mengatakan belum mengetahui informasi tersebut.
“Kalau dua oknum SD dan EM, saya tidak mengetahui, tapi nanti saya akan cek kebenarannya,” ungkap Moris.
Moris juga mempersilakan media dan masyarakat melakukan pengawasan terhadap seluruh program maupun proyek yang berada di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao.
Ia menegaskan, apabila terdapat oknum yang diduga melakukan pelanggaran atau bermain dalam pelaksanaan program, pihak terkait dipersilakan melaporkannya.
Menurut Moris, pengelolaan dana revitalisasi merupakan kewenangan masing-masing kepala sekolah penerima bantuan.
Sementara terkait dukungan sekolah terhadap program Rote Mengajar, Moris menjelaskan bahwa pihaknya hanya meminta dukungan berupa kebutuhan konsumsi, seperti makanan ringan dan minuman selama kegiatan berlangsung.
Oknum yang Disebut Belum Berikan Klarifikasi
Media ini telah berupaya meminta klarifikasi kepada salah satu pejabat berinisial SD yang disebut para kepala sekolah sebagai pihak yang diduga meminta sejumlah uang.
Konfirmasi disampaikan melalui pesan WhatsApp. Pesan tersebut terlihat telah dibaca, tetapi hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










