Ba’a, NusaROTE.ID — Embung Livuhanik di Desa Lentera, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, yang telah mengairi ratusan hektare lahan pertanian sejak 1983 kini kering total. Kondisi ini membuat masyarakat menyampaikan aspirasi hingga ke Senayan, dan kini mulai mendapat tindak lanjut nyata.
Setelah menerima keluhan warga, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB , Usman Husin, bergerak cepat membangun koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Hasilnya, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) melakukan survei lapangan langsung ke lokasi pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Kabar survei lapangan ini menjadi angin segar bagi masyarakat. Embung yang dibangun pada 1983 tersebut memiliki peran vital sebagai sumber pengairan bagi 442 hektare lahan pertanian di Desa Lentera dan sekitarnya. Namun kini fungsinya lumpuh total akibat kekeringan, kerusakan pintu air, dan sedimentasi berat.
Pejabat BBWS NT II, Bernadetha Tea, mengonfirmasi bahwa tim teknis di Rote telah melakukan pengecekan dan survei lapangan langsung ke Embung Livuhanik.
“Tim di Rote sudah melakukan pengecekan dan peninjauan langsung ke Embung Livuhanik pada hari ini, Rabu, 21 Oktober 2026,” ujar Bernadetha Tea.
Survei dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fisik embung sekaligus mengidentifikasi persoalan teknis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk rencana pengerukan sedimen.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










