Dalam RDP itu, Kepala Puskesmas Ndao, Stanislaus Pon, A.Md.Kep, mengakui bahwa akun Facebook “Puskesmas Ndao” merupakan akun resmi terverifikasi milik instansi tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui siapa yang mengunggah informasi terkait penutupan layanan.
DPRD Soroti Tekanan Nakes dan Minimnya Dukungan
Anggota DPRD Rote Ndao, Mersianus Tite, menegaskan bahwa tenaga kesehatan di Ndao menghadapi tekanan kerja yang tinggi. Ia meminta pemerintah daerah memberikan dukungan nyata kepada para nakes.
“Tekanan psikologis nakes sangat tinggi. Mereka bekerja dalam kondisi berat hingga mengeluarkan pengumuman itu,” ujarnya.
Senada, anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Dering Feoh, M.Pd, mengkritik keras pernyataan Sekda yang dinilai tidak solutif.
“Pernyataan itu bukan solusi, malah menambah beban bagi nakes. Jika sampai diposting ke media sosial, pasti ada masalah di lapangan,” tegasnya.
DPRD Minta Tambahan Nakes dan Fasilitas
Sekretaris Komisi II DPRD Rote Ndao, Melkianus F. Haning, meminta pemerintah segera menambah tenaga kesehatan sekaligus menyediakan fasilitas tempat tinggal yang layak.
Selain itu, anggota DPRD Zyiandri Daud menyoroti lambatnya respons pemerintah terhadap surat resmi dari Puskesmas Ndao terkait kekurangan tenaga kesehatan.
Usulan Kenaikan Insentif Nakes
Anggota DPRD lainnya, Feky Machiel Boelan, SE, mengusulkan kenaikan insentif bagi tenaga kesehatan di Pulau Ndao. Ia menyebutkan bahwa dalam APBD 2026 telah dialokasikan Rp1 juta per bulan per nakes, dan mengusulkan penambahan menjadi Rp2 juta per bulan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
