Rote Ndao Selangkah Lagi Jadi Pusat Garam Nasional, Bupati Paulus Henuk Bahas K-SIGN Tahap II dengan KKP RI

bupati rote ndao
Suasana pertemuan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, bersama jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di Jakarta, Senin 18/5/2026. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Jakarta, NusaRote.ID – Kabupaten Rote Ndao selangkah lebih dekat menjadi pusat industri garam nasional. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, melakukan pertemuan dengan jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Jakarta pada Senin (18/5/2026) untuk membahas penyediaan lahan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) Tahap II.

Pertemuan tersebut membahas desain perencanaan K-SIGN Zona 1 Tahun 2026 sebagai bagian dari pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional Tahap II di Kabupaten Rote Ndao.

Program ini merupakan bagian dari strategi nasional percepatan pembangunan sektor pergaraman guna mewujudkan swasembada garam Indonesia pada tahun 2027 sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 17 Tahun 2024.

Pemkab Rote Ndao Siapkan Lahan untuk K-SIGN Tahap II

Dalam rapat tersebut, Bupati Paulus Henuk menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk mendukung penuh pembangunan K-SIGN Tahap II.

Ia menyampaikan dua poin utama yang menjadi perhatian Pemkab Rote Ndao, yakni kesiapan lahan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Pemkab memastikan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan kawasan industri garam tersebut telah tersedia dan siap digunakan pada tahun 2026.

Selain itu, masyarakat lokal juga akan diprioritaskan dalam proses perekrutan tenaga kerja agar manfaat pembangunan dapat langsung dirasakan warga Rote Ndao.

“Saya minta komunikasi dan koordinasi terus berjalan intensif antara Pemkab, Kementerian, dan semua pihak terkait di setiap tahap. Tujuannya satu, program ini berjalan baik, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Rote Ndao,” tegas Paulus Henuk.

Dorong Ekonomi Lokal dan Swasembada Garam Nasional

Rote Ndao dikenal memiliki potensi lahan garam yang besar dan telah menjadi salah satu daerah penghasil garam nasional.

Jika pembangunan K-SIGN Tahap II berjalan sesuai rencana, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan sektor industri garam, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, hingga menjaga stabilitas harga garam di tingkat konsumen.

Pertemuan antara Pemkab Rote Ndao dan KKP RI ini menjadi langkah awal percepatan pembangunan kawasan industri garam modern di wilayah paling selatan Indonesia tersebut.

Masyarakat kini menunggu tindak lanjut koordinasi teknis dan kepastian dimulainya tahap konstruksi proyek K-SIGN Tahap II di Rote Ndao. (nr1)

Baca Juga:
BEM Nusantara NTT Soroti Kasasi JPU atas Vonis Bebas Mus Frans

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version