“Konsep terintegrasi ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dana. Oleh karena itu, melalui pembahasan RKP dan KEM-PPKF 2027, kami meminta pemerintah memasukkan alokasi tambahan APBN secara khusus untuk pengembangan garam skala industri di Kabupaten Sabu Raijua,” katanya.
Ia menilai dukungan APBN bagi Kabupaten Sabu Raijua sangat penting, bukan hanya untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam lokal, tetapi juga sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian industri garam nasional dan menekan impor garam industri.
Apabila terealisasi, pengembangan kawasan garam terintegrasi di Pulau Rote dan Pulau Sabu diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur sekaligus menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan garam industri nasional. (*/nr1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










