Ba’a, NusaRote.ID – Suasana akrab mewarnai pertemuan antara Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin, bersama 49 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Hotel New Ricky Ba’a, Senin (4/5/2026).
Diskusi santai tersebut membahas strategi memajukan sektor pertanian di Rote Ndao menuju swasembada pangan berkelanjutan.
Dalam pembukaan diskusi, Usman menegaskan peran vital PPL sebagai garda terdepan dalam mendampingi petani.
“PPL itu ujung tombak di lapangan. Kalau PPL semangat, petani pasti sejahtera. Karena itu saya ingin mendengar langsung konsep pertanian Rote Ndao ke depan dari para PPL,” ujarnya.
Sebagai mitra Kementerian Pertanian, Usman menyebut pertemuan ini menjadi bagian dari agenda reses untuk menyerap aspirasi sebelum bertemu langsung dengan masyarakat petani.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti, yang bergabung secara virtual.
Ia memberikan arahan sekaligus dukungan terhadap upaya peningkatan peran penyuluh demi kemajuan pertanian di Rote Ndao.
Kekurangan PPL jadi Sorotan
Dalam diskusi, Koordinator Tim Kerja PPL Rote Ndao, Tony Y. P. G. Nggadas, mengungkapkan ketimpangan jumlah penyuluh dengan wilayah binaan.
Saat ini terdapat 1.002 kelompok tani yang tersebar di 11 kecamatan dan 119 desa/kelurahan, ditambah 22 desa pemekaran, namun hanya ditangani oleh 49 PPL.
“Artinya satu PPL harus menangani 3 sampai 6 desa atau sekitar 20 kelompok tani. Bebannya sangat berat,” jelasnya.
Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di Kecamatan Pantai Baru yang hanya memiliki 3 PPL untuk 17 desa, dengan satu penyuluh akan memasuki masa pensiun pada Agustus 2026.
PPL berharap adanya penambahan tenaga penyuluh, baik melalui skema honorer maupun kontrak, mengingat banyak lulusan pertanian asal Rote yang belum terserap.
Kebutuhan Sumur Bor jadi Prioritas
Selain kekurangan tenaga, persoalan ketersediaan air juga menjadi kendala utama, terutama menjelang musim kemarau.
PPL menekankan pentingnya bantuan sumur bor sebagai solusi agar petani tetap dapat berproduksi sepanjang tahun.
“Tanpa air, bantuan benih dan alsintan tidak akan maksimal. Sumur bor adalah kunci,” tegas salah satu penyuluh.
Minta Dilibatkan dalam Penyaluran Bantuan
PPL juga meminta agar dilibatkan dalam proses penyaluran bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan benih agar tepat sasaran.
Menurut mereka, keterlibatan sejak tahap perencanaan akan mencegah pemborosan dan memastikan bantuan sesuai kebutuhan petani di lapangan.
Usman Husin menyatakan setuju dengan usulan tersebut dan menilai peran PPL penting dalam menentukan kebijakan berbasis kondisi riil.
Usulan Infrastruktur hingga Teknologi Pertanian
Berbagai kebutuhan lain turut disampaikan, mulai dari pembangunan kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), penyediaan laptop dan printer, hingga kendaraan operasional berupa sepeda motor untuk mendukung mobilitas PPL.
Tak hanya itu, usulan penggunaan drone pertanian juga mencuat untuk meningkatkan efektivitas pemantauan lahan.
Dalam sektor hortikultura, PPL juga diminta menyusun Calon Petani Calon Lahan (CPCL) untuk pengembangan Durian Musang King. Namun, mereka mengingatkan pentingnya pengamanan lahan dari ternak liar agar bibit tidak rusak.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Usman berkomitmen untuk mengawal seluruh usulan ke Kementerian Pertanian.
“Semua masukan ini akan saya rangkum dan bawa ke pusat untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.
Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama, sebelum Usman melanjutkan agenda reses ke Desa Nusakdale, Kecamatan Pantai Baru, dan Desa Pilasue, Kecamatan Rote Selatan untuk bertemu langsung dengan masyarakat. (nr1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
