Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Nixon Molelanik Balukh menjelaskan, panen kali ini untuk pengadaan calon benih yang akan dikembangkan lagi.
Saat ini sudah tercatat persiapan lahan seluas 150 hektare yang tersebar di hampir semua kecamatan di Rote Ndao, kecuali Kecamatan Ndao Nuse dan Rote Tengah, untuk musim tanam Desember 2026.
“Sorgum lebih unggul, sekali tanam panen dalam 120 hari, selanjutnya tinggal diratun atau dipangkas dan bisa dipanen lagi sebanyak 4 kali dalam 75 hari,” jelas Nixon.
Hasil panen calon benih sorgum dibeli produsen dengan harga Rp 8.000 per kilogram.
Koordinator BPP Kecamatan Pantai Baru, Antonia Bengngu, S.ST mengatakan, panen perdana ini akan dijadikan sebagai calon benih untuk penangkaran setelah melewati uji laboratorium. Dari hasil ubinan, produksi sorgum itu mencapai 8 ton per hektare.
Tahapan sertifikasi benih sorgum melibatkan serangkaian proses administratif, pemeriksaan lapangan oleh Pengawas Benih Tanaman (PBT), pengujian laboratorium, hingga pelabelan yang dikoordinasikan melalui Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih atau BPSB. (nr1).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










