iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Rote Ndao Desak Polisi Bongkar Dugaan Mafia BBM di SPBU Metina

Reporter : Arwadi Adu Editor: Bobby F. Piras
Bupati Desak Bongkar Mafia BBM
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH Desak Polisi Bongkar Dugaan Mafia BBM di SPBU Metina
  • Bagikan

Ia menegaskan, persoalan BBM tidak hanya menjadi kewenangan Pemkab. Rantai distribusi melibatkan distributor, pengelola SPBU, dan pihak lain yang wajib diawasi.

Bupati juga mengingatkan pemilik SPBU agar tidak menjadikan lembaga penyalur itu sebagai kedok untuk meraup keuntungan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Kasus Kecelakaan Maut di Rote Ndao Masuk Tahap II, Tersangka dan Barang Bukti Diserahkan ke Kejaksaan

“Jangan jadikan SPBU sebagai kedok untuk menjual BBM subsidi maupun non-subsidi dengan harga lebih mahal demi keuntungan pribadi, sementara masyarakat kekurangan,” katanya.

Penjelasan Penanggung Jawab SPBU

Baca Juga:
Usman Husin Salurkan 2.000 Bibit Durian Monthong ke Petani Rote Ndao, Buka Era Baru Pertanian di Pulau Terselatan NKRI

Awak media menemui penanggung jawab SPBU Metina, Wisnu, Senin, 7 September 2026, untuk meminta penjelasan.

Wisnu membenarkan aturan pelayanan BBM subsidi hanya hingga pukul 17.00 Wita. Namun ia berdalih tetap melayani yang sudah mengantri guna “menghindari konflik”.

“Kalau soal rekomendasi, kita layani yang bawa rekomendasi dan KTP,” ujarnya.

Terkait pembeli yang memegang nosel sendiri, Wisnu mengaku hal itu tidak dibenarkan dan berjanji menindak staf yang membiarkan.

“Kalau staf kami yang membiarkan konsumen pegang nosel, akan kami tindak,” katanya.

Meski demikian, Wisnu menampik adanya mafia BBM. Padahal fakta di lapangan menunjukkan satu pihak memegang enam rekomendasi sekaligus, yang merupakan bentuk monopoli nyata.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *