Kisruh Puskesmas Ndao: Bupati Sebut Hoax, DPRD Bongkar Fakta Kekurangan Nakes

IGD puskesmas ndao
Ilustrasi AI
  • Bagikan

Ba’a, NusaRote.ID – Polemik terkait dugaan penutupan pelayanan rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Puskesmas Ndao, Kabupaten Rote Ndao, menuai beragam tanggapan dari pemerintah daerah hingga DPRD setempat.

Isu ini mencuat setelah beredarnya unggahan di akun Facebook resmi “Puskesmas Ndao” yang mengumumkan penghentian sementara layanan IGD dan rawat inap akibat keterbatasan tenaga kesehatan (nakes).

Baca Juga:
Heboh! Yacht Berbendera Australia Terdampar tanpa Awak di Rote Ndao, Polisi Selidiki Asal Usulnya

Bupati Rote Ndao Sebut Informasi Hoax

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada 1 Mei 2026, memberikan tanggapan singkat. Pada 5 Mei 2026, ia menjawab dengan satu kata, yakni “Hoax”, merespons link pemberitaan yang dikirimkan media ini.

Sekda Ancam Tindak Penyebar Informasi

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly, MM, melalui salah satu media lokal menyampaikan ancaman tegas kepada pihak yang mengunggah informasi tersebut.

Baca Juga:
Latpraops Tuntas, Polres Rote Ndao Siap Gelar Operasi Patuh Turangga Selama 14 Hari

“Kalau yang posting ASN akan ditindak, jika bukan ASN akan dilaporkan ke pihak kepolisian,” tegas Sekda.

DPRD Gelar RDP, Kapus Akui Akun Resmi

Di tengah polemik tersebut, Komisi II DPRD Rote Ndao menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (5/5/2026). Rapat dipimpin Ketua Komisi II, Meksi Mooy, S.Pd, dan dihadiri sejumlah anggota DPRD serta perwakilan pemerintah daerah.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version