iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Usman Husin Salurkan 2.000 Bibit Durian Monthong ke Petani Rote Ndao, Buka Era Baru Pertanian di Pulau Terselatan NKRI

Penyerahan Bibit Durian
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin didamping Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan dan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Nixon Balukh saat menyerahkan bantuan bibit durian kepada Para Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Rote Selatan, Bertempat di Lahan Kelompok Tani Sehati Desa Nggelodae Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Rabu, 1/7/2026. (Foto : Bobby/NusaROTE.ID)
  • Bagikan

Ba’a, NusaROTE.ID – Untuk pertama kalinya, Kabupaten Rote Ndao menerima 2.000 bibit durian unggul. Bantuan ini menandai babak baru pertanian di pulau yang dikenal sebagai wilayah terselatan NKRI.

Bantuan tersebut merupakan hasil perjuangan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin. Sebanyak 2.000 bibit durian varietas Monthong ‘Otong’ diserahkan secara langsung kepada kelompok tani, sekaligus dilakukan penanaman simbolis di Lahan Kelompok Tani Sehati, Desa Nggelodae, Kecamatan Rote Selatan, Rabu 1/7/2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Hadir mendampingi, Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nixon Balukh, SP, M Si, Kabid Hortikultura Ida Bahren, Kabid Tanaman Pangan Rosalina T. Sigar, Kabid KSP Jodian A Suki, Camat Rote Selatan Polce Manafe, dan Kepala Desa Nggelodae Urbanus D. Sinlae.

Hadir pula Ketua Tim Kerja (Kamtiker) Penyuluh Pertanian Kabupaten Rote Ndao Tony Nggadas, SST, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Rote Ndao, serta pengurus dan anggota kelompok tani penerima manfaat.

Baca Juga:
MBG jadi Penyelamat Siswa Pesisir Rote, Banyak Anak Kini Tak Lagi Sekolah dengan Perut Kosong

Sasar Petani Dataran Tinggi Rote Selatan

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Nixon Balukh, menjelaskan tahap awal ini menyasar 10 kelompok tani dari tiga desa di Kecamatan Rote Selatan, yaitu Nggelodae, Daleholu, dan Pilasue. Masing-masing kelompok menerima 200 bibit durian.

Selain bibit, petani juga menerima 3 ton pupuk organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Pemilihan Rote Selatan bukan tanpa alasan. Wilayah Keka dan sekitarnya berada di dataran tinggi dengan suhu udara lebih lembab dan sejuk. Kondisi itu dinilai ideal untuk budidaya durian dan telah diverifikasi melalui Calon Petani Calon Lahan (CPCL) oleh PPL.

“Wilayah lain juga berpeluang mendapat bantuan lanjutan. Fokus awal tetap pada area pertanian di dataran yang lebih tinggi,” ujar Nixon.

Ia menegaskan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berkomitmen mengawal budidaya durian di lahan seluas 20 hektare tersebut bersama para penyuluh, mulai tanam hingga panen.

“Kami minta petani penerima manfaat merawat tanaman dengan baik dan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian serta PPL setempat agar budidaya ini berhasil,” katanya.

Nixon juga mengapresiasi Usman Husin atas komitmennya mensejahterakan petani melalui bantuan aspirasi.

Mengenal Durian Otong, “Si Daging Tebal” Asal Thailand

Bibit yang dibagikan adalah Durian Otong, varietas unggul dari keluarga Monthong atau “Golden Pillow”. Durian ini populer karena daging buahnya tebal, rasa manis legit, biji kecil, dan produktivitas pohonnya tinggi. Dengan perawatan tepat, komoditas ini berpotensi menjadi sumber pendapatan menjanjikan.

Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan mengapresiasi langkah Usman Husin yang tidak hanya menyalurkan bantuan alsintan, tetapi juga benih dan bibit produktif.

“Ini bibit durian pertama dan terbanyak yang diberikan kepada petani Rote Ndao. Kita bersyukur Bapak Usman Husin mau turun langsung menemui petani,” kata Apremoi.

Ia menyebut harga jual durian Otong bisa mencapai Rp300.000 per buah. “Ini emas hijau yang kita tanam di Rote Selatan. Ke depan bisa menjadi sentra agrowisata dan komoditas baru peningkat kesejahteraan. Jangan hanya tanam, tapi jaga dan rawat dengan baik karena hasilnya akan dirasakan anak cucu kita,” ujarnya.

Langkah Awal Menjadikan Rote Sentra Durian NTT

Usman Husin menegaskan bantuan ini bukan sekadar pembagian bibit, tetapi butuh komitmen perawatan hingga menghasilkan produk bernilai tambah.

“Ini pertama kali petani Rote Ndao mendapat 2.000 bibit durian. Ini langkah awal menjadikan Rote Ndao salah satu sentra durian di NTT,” ujar Usman.

Menurutnya, durian bisa menjadi pemicu diversifikasi komoditas. Selama ini Rote dikenal dengan jagung, kacang, dan ternak. “Dengan bibit berkualitas, petani punya sumber pendapatan baru yang berkelanjutan. Pasar durian tidak akan habis,” tambahnya.

Ia berjanji akan mengupayakan tambahan bantuan bibit durian, rambutan, dan kopi bagi petani di Rote Selatan dan Pantai Baru bagian selatan jika tahap awal berhasil.

PPL Siap Kawal Sampai Panen

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Rote Selatan Erlin Hailitik memastikan PPL akan mendampingi 10 kelompok tani di Desa Nggelodae, Daleholu, dan Pilasue hingga panen.

“Mulai menanam sampai merawat harus total. Kalau berhasil, kita bisa panen durian manis dari tanah Rote sendiri,” katanya.

Jika 2.000 bibit tumbuh subur, bukan tidak mungkin Rote Ndao akan masuk dalam peta penghasil durian Nusa Tenggara Timur dalam beberapa tahun ke depan.

Para petani penerima manfaat menyampaikan terima kasih kepada Usman Husin. Mereka berharap pemerintah juga memperhatikan kebutuhan air, seperti sumur bor, agar tanaman tidak mati kekeringan. (Nr1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *