Loaholu, NusaROTE.ID – Semarak Festival Hus Nde’o 2026 kembali memikat perhatian masyarakat melalui Parade Kuda Hias yang berlangsung meriah di Desa Tasilo, Kecamatan Loaholu, Kamis (9/7/2026).
Sebanyak 300 peserta menampilkan atraksi berkuda yang memukau ribuan pengunjung dalam salah satu festival budaya terbesar di Kabupaten Rote Ndao.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya warisan leluhur, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, bersama Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir memeriahkan pembukaan festival.
Sebelum parade dimulai, Bupati Paulus Henuk bersama unsur Forkopimda menjajal arena Hus Nde’o menggunakan kuda pilihan yang telah disiapkan panitia. Setelah itu, ratusan peserta memasuki arena untuk menampilkan berbagai atraksi berkuda yang menjadi daya tarik utama festival.
Tampilkan Atraksi Budaya dan Produk UMKM
Festival Hus Nde’o tahun ini menghadirkan beragam kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai wilayah di Rote Ndao.
Selain parade dan atraksi berkuda, pengunjung juga disuguhkan pertunjukan Silat Kampung, Kebalai bersama, pameran produk UMKM lokal, hingga promosi berbagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Rote Ndao.
Menariknya, Arena Hus Nde’o kini telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya Rote Ndao, sehingga keberadaan festival memiliki nilai strategis dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan potensi wisata daerah.
Festival jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi
Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, mengatakan penyelenggaraan Festival Hus Nde’o selaras dengan visi pembangunan daerah, yakni Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa, yang diwujudkan melalui sembilan Agenda Perubahan Mbule Sio.
Menurutnya, festival budaya ini menjadi implementasi Mbule Ha (Rote Ndao Sejahtera) karena mampu mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pelestarian budaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekonomi kreatif.
“Hus Nde’o bukan sekadar tradisi, melainkan aset budaya yang mampu menggerakkan ekonomi, pariwisata, serta menjadi kebanggaan daerah menuju Rote Ndao yang semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, festival tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Mbule Falu (Rote Ndao Malole) melalui pelestarian budaya leluhur dan pengembangan destinasi wisata yang dipadukan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional.
Sementara itu, Mbule Ne (Rote Ndao Berdaya) diwujudkan melalui meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan pemberdayaan pelaku UMKM. Adapun Mbule Sio (Rote Ndao Harmoni) tercermin dari semakin kuatnya persaudaraan, kebersamaan, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi budaya.
Ditutup Kebalai Bersama dan Penyerahan Hadiah
Rangkaian Festival Hus Nde’o ditutup dengan Kebalai bersama yang melibatkan seluruh peserta, tamu undangan, dan masyarakat yang memadati arena festival.
Panitia juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lari Tel dalam Festival Hus Nde’o, yang terdiri atas tiga kategori kuda tercepat serta sembilan penghargaan untuk atraksi berkuda terbaik.
Melalui Festival Hus Nde’o, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dapat terus dilestarikan, sekaligus menjadi motor penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat menuju Rote Ndao yang semakin maju dan berdaya saing. (*/nr1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










