iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Paulus Tinjau Jembatan Gantung Rote-Pulau Usu, Target Selesai Akhir 2026

Bupati Cek Jembatan Gantung Rote - Pulau Usu
Bupati Rote Ndao, Paulus Henukh, bersama Kadis PUPR Sony Saban dan jajaran saat mengecek progres jembatan gantung penghubung Pulau Rote dan Pulau Usu di Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Senin, 1/6/2026. (Foto ; Ist)
  • Bagikan

Ba’a, NusaROTE.ID – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu proyek strategis yang tengah dikerjakan adalah pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Pulau Rote dengan Pulau Usu di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko.

Untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana, Bupati Rote Ndao, Paulus Henukh, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sony Saban bersama jajaran terkait turun langsung meninjau lokasi pembangunan pada Senin (1/6/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan proyek infrastruktur agar dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang bermukim di Pulau Usu.

Jembatan gantung yang dibangun khusus untuk pejalan kaki itu memiliki panjang sekitar 100 meter dengan lebar 1,5 meter. Pemerintah menargetkan pembangunan jembatan tersebut dapat rampung pada akhir tahun 2026.

Kehadiran jembatan ini disambut dengan harapan besar oleh masyarakat Pulau Usu. Selama bertahun-tahun, warga harus mengandalkan sampan sebagai sarana transportasi untuk menyeberang ke Pulau Rote. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi anak-anak yang setiap hari harus menyeberangi perairan untuk bersekolah.

Bupati Paulus Henukh menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:
Pos Pelayanan Irene Oefoe Resmi jadi Jemaat Mandiri GMIT, Pdt. Fresna Mengga Ditugaskan Melayani

“Saya membayangkan anak-anak sekolah yang selama ini menyeberang menggunakan sampan, nantinya dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman. Begitu juga masyarakat yang melakukan aktivitas harian akan semakin mudah dalam bertransportasi,” ujar Paulus Henukh.

Ia berharap keberadaan jembatan gantung tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan keselamatan anak-anak sekolah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah kepulauan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan membuka akses yang selama ini menjadi kendala bagi warga di daerah terpencil.

Pembangunan Jembatan Gantung Daiama juga menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam mengurangi keterisolasian wilayah, memperkuat konektivitas antar-pulau, serta mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Rote Ndao.

Dengan terhubungnya Pulau Rote dan Pulau Usu melalui jembatan gantung, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses yang lebih mudah, aman, dan efisien untuk berbagai aktivitas sosial, pendidikan, maupun ekonomi.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao optimistis proyek tersebut akan menjadi salah satu infrastruktur penting yang mendukung terwujudnya daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing di masa depan. (*/nr1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *