Gibran optimistis langkah ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani.
Kelompok ibu-ibu petani juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan bantuan modal usaha berupa tali, bibit, dan sampan. Menjawab hal itu, Wapres meminta Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melakukan pendataan yang detail agar bantuan dari pusat dapat disalurkan secara merata dan tepat sasaran.
Turut mendampingi Wapres dalam peninjauan tersebut Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Bupati Apremoi Dudelusy Dethan, dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao Jems Riwu serta Turut hadir pula Anggota DPRD Provinsi NTT, Simson Polin.
Untuk pengamanan kunjungan kerja Wapres di NTT, termasuk di Kabupaten Rote Ndao, sebanyak 1.250 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan. Pengamanan berada di bawah arahan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono guna memastikan pola pengamanan VVIP berjalan kondusif, sinergis, dan humanis.
Dengan potensi yang ada, pemerintah berharap hilirisasi rumput laut di Rote Ndao dapat menjadi model penguatan ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. nr1
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










