Masukan dari penyandang disabilitas menjadi bagian penting untuk mendorong kebijakan kebencanaan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kelompok rentan.
Bekali Peserta dengan Pengetahuan Mitigasi Bencana
Materi edukasi yang diberikan mencakup berbagai aspek kesiapsiagaan bencana, mulai dari pengenalan potensi bencana di Kabupaten Rote Ndao hingga langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Peserta juga memperoleh pemahaman tentang beberapa hal penting, seperti:
- Menyiapkan Tas Siaga Bencana.
- Mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul.
- Menyusun rencana evakuasi bersama keluarga.
- Membangun komunikasi yang efektif antara penyandang disabilitas, keluarga, masyarakat, relawan, dan petugas penanggulangan bencana.
Melalui edukasi tersebut, diharapkan penyandang disabilitas memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kondisi darurat.
Terapkan Prinsip Leave No One Behind
Salah satu mahasiswa penyelenggara, Maurits R.L. Sjioen, menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan kelompok yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap dampak bencana apabila kebutuhan aksesibilitas dan dukungan khusus tidak dipenuhi.
Karena itu, menurutnya, seluruh upaya pengurangan risiko bencana harus menerapkan prinsip inklusif agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





