Ba’a, NusaROTE.ID – Mahasiswa Program Magister (S2) Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kelompok Rote menggelar edukasi bertajuk “Siaga Bencana Ramah Difabel: Bersiap Lebih Awal, Selamat Lebih Cepat” bersama penyandang disabilitas di Dusun Lekik, Desa Oelunggu, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kebencanaan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas, agar lebih siap menghadapi potensi bencana.
Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa berharap dapat membangun budaya tangguh bencana yang inklusif sehingga seluruh lapisan masyarakat memperoleh akses yang sama terhadap informasi, perlindungan, dan layanan kebencanaan.
Mahasiswa S2 Undana Bangun Kesadaran Siaga Bencana Inklusif
Kegiatan tersebut diprakarsai oleh tujuh mahasiswa S2 IKM Undana Kelompok Rote, yakni Maurits R.L. Sjioen, Yusuf Baidenggan, Defrima Haning, Sonya Sinlae, Luisa Haning, Linda Menno, dan Ratih Boga.
Dalam suasana dialog yang hangat dan interaktif, para peserta diajak berbagi pengalaman saat menghadapi situasi darurat sekaligus menyampaikan berbagai kebutuhan khusus yang perlu diperhatikan dalam sistem penanggulangan bencana.
Masukan dari penyandang disabilitas menjadi bagian penting untuk mendorong kebijakan kebencanaan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kelompok rentan.
Bekali Peserta dengan Pengetahuan Mitigasi Bencana
Materi edukasi yang diberikan mencakup berbagai aspek kesiapsiagaan bencana, mulai dari pengenalan potensi bencana di Kabupaten Rote Ndao hingga langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Peserta juga memperoleh pemahaman tentang beberapa hal penting, seperti:
- Menyiapkan Tas Siaga Bencana.
- Mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul.
- Menyusun rencana evakuasi bersama keluarga.
- Membangun komunikasi yang efektif antara penyandang disabilitas, keluarga, masyarakat, relawan, dan petugas penanggulangan bencana.
Melalui edukasi tersebut, diharapkan penyandang disabilitas memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kondisi darurat.
Terapkan Prinsip Leave No One Behind
Salah satu mahasiswa penyelenggara, Maurits R.L. Sjioen, menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan kelompok yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap dampak bencana apabila kebutuhan aksesibilitas dan dukungan khusus tidak dipenuhi.
Karena itu, menurutnya, seluruh upaya pengurangan risiko bencana harus menerapkan prinsip inklusif agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.
“Melalui kegiatan Bincang Santai ini, kami berharap penyandang disabilitas semakin siap menghadapi situasi bencana, sementara masyarakat semakin memahami pentingnya memberikan dukungan dan perlindungan kepada kelompok rentan. Kesiapsiagaan bukan hanya tentang menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal (Leave No One Behind) dalam setiap upaya penanggulangan bencana,” ujar Maurits.
Kolaborasi Bangun Rote Ndao Tangguh Bencana
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga diajak memahami bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Peran keluarga, masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, organisasi penyandang disabilitas, hingga berbagai pemangku kepentingan dinilai sangat penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang mampu melindungi semua warga tanpa terkecuali.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen memperkuat sinergi antara dunia akademik dan komunitas difabel dalam mewujudkan Kabupaten Rote Ndao yang lebih tangguh menghadapi bencana.
Melalui program pengabdian ini, mahasiswa S2 IKM Undana berharap literasi kebencanaan di kalangan penyandang disabilitas terus meningkat, jejaring kolaborasi semakin kuat, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanggulangan bencana yang inklusif semakin berkembang.
Dengan demikian, setiap warga, tanpa memandang kondisi fisik maupun kemampuan, memiliki kesempatan yang sama untuk bersiap, memperoleh informasi, serta mendapatkan perlindungan ketika bencana terjadi. (nr2)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





