Ba’a, NusaROTE.ID — Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memperkuat pengawasan total distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM). Tak lagi soal antrean di SPBU, pengawasan kini merambah hingga ke mata rantai agen dan sub-penyalur yang diduga bermasalah.
Komitmen itu ditegaskan dalam rapat evaluasi Satgas BBM bersama Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, pada Rabu (28/10/2026).
Rapat evaluasi ini membedah persoalan distribusi dari hulu ke hilir, mulai dari antrean, mekanisme penyaluran agen, validitas izin usaha, hingga sulitnya akses BBM subsidi bagi nelayan dan warga di wilayah pelosok seperti Ndao dan Nusakdale.
Ganjil-Genap Berhasil, Tapi Modus Baru Muncul
Salah satu temuan penting, sistem ganjil-genap yang diterapkan di SPBU dinilai berhasil mengurangi antrean panjang. Namun, di balik keberhasilan itu, muncul modus baru yang meresahkan.
Satgas masih menemukan pengisian BBM berulang oleh orang yang sama dengan kendaraan berbeda, dugaan penyalahgunaan pelat nomor palsu, bahkan kendaraan tanpa pelat yang tetap dilayani.
“Petugas SPBU harus lebih teliti. Cek kendaraan, barcode, dan kesesuaian identitas. Jangan sampai kebijakan bagus ini hanya efektif sesaat,” menjadi salah satu penekanan dalam rapat tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










