Papela-Rote Timur, NusaRote.ID – Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Rote Ndao, Jumat (22/05/2026).
“Sebagai Bupati dan mewakili seluruh masyarakat Rote Ndao, saya mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Pak Wapres mau datang langsung melihat beberapa proyek strategis nasional. Tentu kami bersyukur,” ujar Paulus saat diwawancarai NusaRote.ID di sela kunjungan.
Kunjungan Perkuat Komitmen Pembangunan Daerah Perbatasan
Menurut Paulus, kunjungan Wapres menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap proyek strategis nasional dan kebutuhan pembangunan di wilayah perbatasan.
Dalam pertemuan tersebut, ia juga menyampaikan sejumlah proposal pembangunan senilai Rp. 3 triliun yang sebelumnya telah dikirim ke beberapa kementerian.
“Dalam diskusi, Pak Wapres meminta agar seluruh proposal dan surat yang sudah kami kirim ke kementerian juga diteruskan ke beliau untuk dibantu pantau. Mana yang bisa direalisasikan tahun ini dan mana yang direalisasikan tahun depan,” ungkap Paulus
Paulus menilai perhatian langsung dari pusat dapat mempercepat realisasi program di sektor infrastruktur, ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan, hingga penanganan stunting.
Dialog dengan Petani Rumput Laut dan Calon Pekerja K-SIGN
Selain meninjau proyek strategis, Wapres Gibran juga berdialog dengan petani rumput laut, kepala desa, dan calon pekerja di Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN).
Dalam dialog itu, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan desa dan peluang kerja bagi warga lokal. Wapres kemudian meminta Pemda Rote Ndao menggelar rapat lanjutan bersama kepala desa untuk menyusun proposal tematik sesuai potensi masing-masing wilayah.
“Desa pesisir kebutuhannya berbeda dengan desa di pedalaman. Proposal yang diajukan nanti akan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan desa,” jelas Paulus.
Tenaga Kerja Lokal Diprioritaskan, Khususnya Landu Leko dan Rote Timur
Terkait proyek tambak garam K-SIGN, Paulus menegaskan masyarakat berharap tenaga kerja lokal diprioritaskan saat proyek memasuki tahap operasional.
“Tenaga lokal diprioritaskan, terutama dari Kecamatan Landu Leko dan Rote Timur, setelah konstruksi K-SIGN tahap 1 selesai dan memulai kegiatan operasional” ujarnya.
Ia menyebut proyek ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga sekaligus menurunkan angka pengangguran, kemiskinan, dan stunting di Rote Ndao.
Pemda telah menerima permintaan tenaga kerja dari Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk tahap kedua proyek. Sebanyak 700-800 tenaga kerja diperkirakan dibutuhkan.
“Minggu depan kami akan Rapat, Dinas Tenaga Kerja akan membuka informasi melalui media dan berkoordinasi dengan Dinas PMD, kepala desa, serta camat. Kalau kualifikasinya sesuai, maka akan direkrut,” ujarnya.
Paulus memastikan warga Rote Ndao menjadi prioritas utama, kecuali untuk posisi ahli tertentu yang belum tersedia di daerah.
Untuk tahap kedua K-SIGN, proses persiapan, sosialisasi, dan pendataan lahan sedang berjalan. Pengukuran lahan akan dilakukan oleh lembaga independen. Berbeda dengan tahap pertama yang menggunakan pola kerja sama, tahap kedua memakai mekanisme pembelian lahan masyarakat.
“Kita berharap dalam negosiasi harga, bukan NJOP tetapi pembelian mengikuti harga pasar plus dengan segala sesuatu yang ada atas lahan itu. Tanaman-tanaman produktif yang ada diatas lahan tersebut akan dihitung dan diakumulasi menjadi harga jual lahan masyarakat,” pungkasnya. nr1
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










