Ba’a, NusaROTE.ID – Ribuan warga memadati Kelurahan Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Minggu (13/9/2026).
Mereka datang mengantar Wili Mbuik, S.P., putri Rote Ndao yang gugur ditembak saat menjalankan tugas sebagai CPNS di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Bukan pesta yang mengumpulkan mereka. Melainkan duka.
Tanah kelahiran menjadi tempat peristirahatan terakhir Wili, setelah ia pergi dari Rote membawa harapan untuk mengabdi di tanah Papua.
Tangis pecah saat jenazah diturunkan ke liang lahat. Peti Merah Putih yang mengantarnya pulang, kini diserahkan kepada tanah kelahirannya.
“Negara tidak boleh kalah dengan kekerasan”
Dalam sambutan mewakili keluarga, Efendi menegaskan kematian Wili tidak boleh berlalu begitu saja.
“Negara tidak boleh kalah dengan kekerasan,” tegas Efendi.
Ia berharap tragedi yang merenggut nyawa Wili mendapat perhatian serius dan diusut hingga tuntas.
Diawali ibadah, keluarga dikuatkan
Prosesi pemakaman diawali ibadah Kristen Protestan yang dipimpin Pdt. Lea R.P. Suki-Dolpali, S.Th.
Dalam khotbahnya, keluarga yang ditinggalkan dikuatkan untuk tetap berpengharapan kepada Tuhan di tengah kehilangan yang begitu berat.
Doa dan tangis mengiringi setiap tahapan hingga jenazah Wili siap diserahkan ke peristirahatan terakhir.
Wagub NTT kecam keras penembakan di Papua
Usai ibadah, dilanjutkan upacara pemakaman secara kedinasan. Diawali penyerahan foto almarhumah kepada keluarga.
Kemudian sambutan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma.
Johni mengecam keras aksi penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua.
Ia menyebut tindakan yang menyebabkan Wili dan korban lainnya meninggal dunia sebagai tindakan sadis dan tidak berperikemanusiaan.
Pernyataan itu menjadi bentuk penghormatan sekaligus sikap Pemprov NTT atas gugurnya putri terbaik daerah.
Upacara kedinasan iringi peristirahatan terakhir
Upacara dipimpin Plt. Sekda Kabupaten Rote Ndao, Daniel W. Nalle, S.Pt.
Suasana hening. Keluarga, ASN, aparat, dan ribuan masyarakat berdiri memberi penghormatan terakhir.
Wili akhirnya dimakamkan di Kelurahan Busalangga, tanah tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.
Pemerintah dan masyarakat hadir
Turut hadir: Kadis Kominfo Provinsi NTT Drs. Adi E. Mandala, M.Si., Kabakesbangpol Provinsi NTT Noldy Hosea Pelokila, S.Sos., M.M., Kapolres Rote Ndao AKBP Henry Eko Irawan, S.IK., perwakilan Danlanal Pulau Rote, Wakil Ketua I DPRD Denison Moy, S.T., pimpinan OPD, Anggota DPRD Effendi Hartoyo Muda, S.ST., jajaran ASN, keluarga dan masyarakat.
Ribuan warga menjadi saksi perjalanan terakhir Wili Mbuik. Ia berangkat dari Rote membawa harapan untuk mengabdi. Ia kembali dalam balutan Merah Putih. Dan hari ini, tanah Rote menerimanya untuk terakhir kali.
Namun bagi keluarga, pemakaman bukan akhir. Masih ada harapan agar kematian Wili diusut tuntas dan keadilan ditegakkan.
Selamat jalan, Wili Mbuik. Rote mengantarmu pulang. (nr3).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










