iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rote Ndao Satu-Satunya Wakil NTT, Raih Penghargaan PPD 2026 dari Bappenas

Rote Ndao Raih Penghargaan PPD 2026
Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M., menyerahkan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 kategori “Kabupaten Terentaskan Progresif” kepada Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu, 30/9/2026. (Foto : ist)
  • Bagikan

Jakarta, NusaROTE.ID – Lompatan besar Kabupaten Rote Ndao. Dari status daerah tertinggal, kini berdiri di panggung nasional sebagai daerah dengan kemajuan paling progresif.

Kabupaten paling selatan Indonesia itu meraih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 dari Kementerian PPN/Bappenas dalam kategori bergengsi: Kabupaten Terentaskan Progresif.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
P-21 Kasus Pantai Ingguhun, 5 Tersangka Dilimpahkan ke JPU Kejari Rote Ndao

Penghargaan diserahkan langsung Menteri PPN/Kepala Bappenas bersama Wamendagri di Ruang Djunaedi Hadisumarto, Kantor Bappenas Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Yang bikin bangga, dari 18 daerah penerima penghargaan se-Indonesia – terdiri dari provinsi, kabupaten, dan kota – Rote Ndao menjadi satu-satunya perwakilan dari Provinsi NTT.

Baca Juga:
Polda NTT Tegaskan Tindak Tegas Penyalahgunaan BBM Subsidi, Kasus 3,2 Ton Solar di Rote Ndao Diselidiki

Dulu Tertinggal, Kini Jadi Contoh Nasional

Bagi Rote Ndao, penghargaan ini bukan sekadar piala. Ini adalah pengakuan negara atas kerja keras keluar dari status daerah tertinggal.

PPD sendiri bukan penghargaan seremonial. Ini adalah rapor paling ketat dari Bappenas. Tahun ini diikuti 458 daerah se-Indonesia. Dinilai dari kualitas perencanaan, kinerja pembangunan nyata, hingga program unggulan yang berdampak ke rakyat.

Tingkat persaingannya naik – partisipasi daerah naik dari 82% tahun lalu menjadi 84% tahun ini. Semua harus melewati 3 tahap seleksi berlapis: penilaian dokumen, wawancara dan verifikasi lapangan, hingga presentasi di depan tim penilai yang terdiri dari kementerian, akademisi, dan pakar pembangunan nasional.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *