Sepanjang 2026, pertumbuhan ekonomi NTT diproyeksikan berada pada kisaran 4,94 persen hingga 5,54 persen.
Namun, gempa Flores berpotensi menekan sejumlah sektor produktif yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat.
Melki menilai kemampuan NTT mempertahankan pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur, terutama jalan, jembatan serta jalur distribusi logistik di wilayah Flores.
Percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur oleh pemerintah pusat maupun daerah, termasuk optimalisasi jalur logistik laut, dinilai dapat membantu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.
“Apabila proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai harapan, target pertumbuhan ekonomi NTT pada kisaran 4,9 hingga 5,1 persen masih dapat dijaga. Namun, seluruh pihak harus bekerja bersama agar perlambatan sektor-sektor produktif akibat bencana tidak semakin menekan target pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Pemerintah Diminta Rumuskan Kebijakan Konkret
Melki menegaskan Pemerintah Provinsi NTT tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi dampak ekonomi akibat gempa Flores.
Karena itu, ia mengajak Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, instansi vertikal, akademisi, praktisi ekonomi, dunia usaha, perbankan hingga pemerintah kabupaten untuk menghasilkan kebijakan yang konkret, taktis dan dapat segera diterapkan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







