“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus memastikan forum ini menghasilkan rumusan yang konkret dan aplikatif untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak,” tegas Melki.
Langkah pertama yang perlu diperkuat adalah penanganan tanggap darurat sekaligus pemulihan ekonomi secara cepat.
Pendataan kerusakan terhadap aset UMKM, pasar tradisional dan sektor informal juga dinilai harus segera dilakukan secara menyeluruh.
Pemerintah juga perlu menyiapkan berbagai dukungan bagi masyarakat dan pelaku usaha terdampak, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemulihan modal usaha mikro.
Selain itu, koordinasi dengan lembaga keuangan diperlukan untuk membuka ruang relaksasi atau penyesuaian kewajiban kredit bagi masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak bencana.
UMKM Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Rakyat
Memasuki tahap rehabilitasi, Gubernur Melki menekankan pentingnya menghidupkan kembali sektor UMKM sebagai salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat.
Pendampingan usaha, pelatihan pengelolaan keuangan dalam kondisi pascabencana serta pemanfaatan pemasaran digital menjadi sejumlah strategi yang dapat dilakukan untuk membantu UMKM kembali beroperasi.
Akses permodalan dengan skema yang lebih ringan juga perlu diperkuat. Dukungan peralatan kerja bagi petani, nelayan dan pelaku usaha kecil menjadi bagian penting dalam proses pemulihan ekonomi masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







