Menteri PU Setujui Usulan Jalan Ba’a-Batutua hingga Ba’a-Lole jadi Jalan Nasional

survei letelangga
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Nusa Tenggara Timur (BPJN NTT), Janto, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT-2), Parlinggoman Simanungkalit, meninjau rumah-rumah yang berada di kawasan Letelangga yang rusak akibat kerusakan struktur tanah, Sabtu (30/5/2026). (Foto: Jacky/NusaRote.ID)
  • Bagikan

Ba’a, NusaRote.ID – Kabar baik bagi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Rote Ndao. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, mengungkapkan bahwa Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo telah menyetujui usulan peningkatan status sejumlah ruas jalan strategis di daerah itu menjadi jalan nasional.

Ruas jalan yang diusulkan meliputi Ba’a-Batutua, Batutua-Delha, serta Utomo-Lole. Menurut Paulus Henuk, persetujuan tersebut menjadi langkah awal untuk mempercepat pembangunan dan penanganan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.

“Saya sudah meminta kepada Menteri PU agar ruas jalan Ba’a-Batutua, Batutua-Delha, dan Utomo-Lole ditingkatkan menjadi jalan nasional. Menteri sudah menyetujui dan minggu depan kami akan menyampaikan surat resmi ke Kementerian PU untuk proses lebih lanjut,” ujar Paulus Henuk saat mendampingi Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Nusa Tenggara Timur (BPJN NTT), Janto, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT-2), Parlinggoman Simanungkalit, meninjau kerusakan Jalan Letelangga, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, peningkatan status jalan dari jalan kabupaten maupun provinsi menjadi jalan nasional akan membuka peluang dukungan anggaran yang lebih besar dari pemerintah pusat sekaligus mempercepat penanganan berbagai persoalan infrastruktur di Rote Ndao.

Jalan Letelangga jadi Perhatian Serius

Ruas Jalan Letelangga yang rusak parah telah mendapat persetujuan untuk diperbaiki. Desakan masyarakat, pemberitaan media, serta permintaan langsung Bupati Paulus Henuk akhirnya mendapat respons dari Menteri PU Dody Hanggodo. Ia langsung memerintahkan Kepala BPJN NTT untuk turun langsung meninjau lokasi.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat kondisi badan jalan yang mengalami kerusakan berat akibat pergerakan tanah.

Baca Juga:
Latpraops Tuntas, Polres Rote Ndao Siap Gelar Operasi Patuh Turangga Selama 14 Hari

Selain itu, mereka juga meninjau lima rumah warga yang mengalami kerusakan parah karena terdampak kondisi jalan dan pergeseran tanah di kawasan tersebut.

Kepala BPJN NTT, Janto, mengatakan hasil pengamatan awal menunjukkan adanya indikasi tanah yang telah jenuh oleh rembesan air dalam waktu lama sehingga menyebabkan ketidakstabilan struktur tanah di bawah jalan.

Karena itu, pihaknya akan melakukan kajian teknis lebih mendalam dengan memanfaatkan teknologi Geo Radar dan analisis foto satelit untuk mendeteksi kondisi struktur tanah di bawah permukaan.

“Kami akan menggunakan Geo Radar dan foto satelit untuk mengetahui kondisi sebenarnya di bawah permukaan tanah. Dalam waktu dekat langkah ini akan segera dilaksanakan,” ujar Janto.

Baca Juga:
Kabar Baik bagi Mahasiswa IAKN Kupang, RakyatNTT.ID Siapkan Pelatihan Jurnalistik hingga Magang

Ia menegaskan bahwa data hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan permanen agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Pemda Siapkan Relokasi Warga Terdampak

Selain fokus pada penanganan jalan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga menyiapkan solusi bagi warga yang terdampak langsung akibat kerusakan di kawasan Letelangga.

Paulus Henuk menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan di kawasan perkantoran untuk relokasi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.

Tidak hanya menyediakan lahan, pemerintah juga berencana membangun rumah baru sekaligus memberikan sertifikat tanah kepada warga yang direlokasi.

“Pemda akan menyiapkan tanah di kawasan perkantoran, membangun rumah, sekaligus memberikan sertifikat kepada warga terdampak. Sementara lahan di Letelangga nantinya akan digunakan untuk kebutuhan pembangunan dan penataan jalan,” jelasnya.

Menurut Paulus, percepatan penanganan kawasan tersebut memerlukan penetapan status bencana, relokasi warga, serta dukungan dan persetujuan DPRD agar seluruh proses dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Menteri PU Batalkan Sejumlah Kunjungan karena Kendala Teknis

Pada kesempatan yang sama, Paulus Henuk juga menjelaskan alasan Menteri PU tidak sempat meninjau sejumlah lokasi proyek lain yang telah masuk dalam agenda kunjungan kerja di Rote Ndao.

Ia mengatakan terjadi kendala teknis pada pesawat jet pribadi yang digunakan Menteri sehingga keberangkatan dari Lombok menuju Rote mengalami keterlambatan. Selain itu, Menteri juga harus kembali ke Jakarta untuk menghadiri agenda penting pada sore hari.

“Beliau bukan tidak ingin mengunjungi lokasi proyek yang sudah dijadwalkan. Ada perubahan jadwal karena kendala teknis penerbangan dan beliau harus kembali ke Jakarta sekitar pukul 14.30 WITA untuk menghadiri rapat penting,” kata Paulus.

Meski kunjungan lapangan berlangsung lebih singkat dari rencana semula, Bupati menilai pertemuan tertutup selama hampir satu jam bersama Menteri PU menghasilkan berbagai kesepakatan strategis yang akan memberikan dampak besar bagi pembangunan Kabupaten Rote Ndao.

“Namun ada untungnya, saya bisa berdiskusi cukup lama dengan Menteri dan menghasilkan banyak kesepakatan penting untuk pembangunan Rote Ndao ke depan,” pungkasnya. (nr2)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version