“Bagi kami ini bukan kepulangan abdi negara yang selesai tugas. Ini kepulangan seorang anak dalam balutan Merah Putih setelah nyawanya terenggut di tanah Papua,” ujar salah satu keluarga.
11 Turun Bertugas, Kenapa Hanya 3 Ditembak?
Di tengah duka, muncul pertanyaan besar yang menggantung.
Sesepuh keluarga, Meilon Benhard Sula, dengan suara bergetar mempertanyakan kronologi penembakan.
“Kenapa dari 11 orang yang diperintahkan pimpinan, hanya tiga orang yang ditembak, sementara delapan lainnya tidak?” tegas Benhard.
Dua dari tiga korban diketahui merupakan warga asal NTT.
Keluarga menduga Wili dan dua rekannya menjadi sasaran karena dicurigai sebagai anggota intelijen pemerintah. Namun mereka menolak berspekulasi. Keluarga meminta aparat membuktikan semua itu lewat penyelidikan transparan.
“Apa yang sebenarnya terjadi di Jayawijaya? Mengapa ketiga korban menjadi sasaran? Apa motifnya?” tanya Benhard.
Luka Ditambah Dugaan Pelecehan
Luka keluarga semakin dalam. Paman korban, Hendrik Baba, mengungkap hal yang membuat dada semakin sesak.
Ponsel milik Wili disebut sempat digunakan terduga pelaku untuk melakukan video call WhatsApp ke keluarga di Kupang tak lama setelah penembakan. Dalam panggilan itu diduga dilontarkan ejekan dan penghinaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaRote.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










